JAMBI – Bincang santai gerakan moral Berani Keluar Dari Zona Nyaman (BKDZN), Selasa (09/03) dengan tema belajar dari siapa saja, dan harus mampu melihat peluang dan mengambil manfaat untuk kebaikan bagi semesta, menghadirkan nara sumber seorang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Pengadilan Tinggi Agama Jambi, Joni Pebriadi Saputra, S.H., M.H.
Tentu nara sumber yang dihadirkan ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena diketahui Joni PS yang akrab disapa sebagai Ijonk adalah PPNPN PTA Jambi yang memiliki semangat belajar yang sangat tinggi, dibuktikan dengan pendidikannya saat ini telah menyelesaikan pendidikan strata II meskipun status sebagai PPNPN.
Dalam bincang santai yang dipandu host Wakil Ketua PA Kandangan, Hikmah, S.Ag., M.Sy berjalan sangat asyik dan mengalir.
Hikmah memandu dengan gaya khasnya sehingga banyak point penting yang didapat dari kehidupan seorang PPNPN PTA Jambi hingga mampu menyelesaikan pendidikan yang cukup tinggi.
Menjawab pertanyaan dari host, Ijonk menjelaskan niat dan motivasi dirinya sehingga bisa menyelesaikan pendidikan strata II di salah satu universitas di Kota Jambi.
“Saya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana ini karena saya adalah seorang diriver dan juga ajudan dalam Ketua PTA Jambi, karena saya bersentuhan terus menerus dengan orang-orang hebat, mitra kerja pimpinan, saya berpikir bahwa saya harus memiliki pendidikan yang tinggi, agar secara moral, wawasan, cara berinteraksi, maka saya putuskan saya harus menempuh pendidikan strara II, meskipun sebenarnya dengan pendapatan saya yang tidak seberapa, tapi niat baik itulah modal saya, hingga selesai. Pertanyaan tentang kenapa saya kuliah tinggi-tinggi memang sering saya terima, mungkin heran ya karena status pekerjaan sebagai PPNPN, yang jelas menempuh pendidikan tinggi itu adalah impian semua orang,” ujar pria yang juga sebagai Sekretaris Jurnalis Peradilan Agama PTA Jambi.
Saat ditanya tentang Jurnalis peradilan agama yang digagas nara sumber 2012 lalu bersama sejumlah rekan kerjanya di PTA Jambi saat itu, Ijonk menjelaskan bahwa saat itu ada salah satu rekan kerjanya di PTA Jambi yang memiliki latar belakang wartawan jawa pos grup. Dari sana lah mulai bergerak untuk membuat sebuah komunitas penulis berita di PTA Jambi. Setelah mendapatkan dukungan dari pimpinan PTA Jambi, Jurdilaga tersebut dideklarasikan pada Rakerja PTA Jambi 22 November 2012. Saat itu komunitas Jurnalis Peradilan Agama (Jurdilaga) merupakan komunitas pertama penulis di lingkungan peradilan agama.
“Tujuan Jurdilaga itu sendiri adalah untuk mendukung semua satuan kerja di wilayah PTA Jambi untuk mengekspose kegiatan yang dilakukan di satker tersebut, kami sangat konsen di Jurdilaga hingga mampu membawa PTA Jambi sebagai pengirim berita terbanyak, dan 10 besar penulis berita Pengadilan Agama pun didominasi PA di wilayah PTA Jambi, kami pernah menerbitkan 2 buah majalah hingga membantu penyelesaian dua buah biografi serta buku sejarah PTA Jambi, serta sukses menggelar bimbingan tekhnis Jurnalistik sebanyak 2 kali di lingkungan PTA Jambi, ini bukan tupoksi, kami kami kerjakan dengan semangat luar biasa,” tukas PPNPN yang juga tergabung dalam komunitas musik jamband ini.
Ijonk berharap semua PPNPN di seluruh peradilan agama untuk terus berupaya mengembangkan diri meningkatkan kualitas diri.
Tidak hanya itu saja, selaku PPNPN Ijonk mewakili suara PPNPN lainnya, berharap kepada pemangku kebijakan untuk memperhatikan nasib hidup PPNPN.
“Sebagai PPNPN secara finansial jauh dari kata cukup, memang kata cukup itu relatif, memang dari nilai yang kita terima saat ini. Harapan kita jangan kami dijadikan PPNPN hanya menjadi pelengkap, jadikan kami bagian, kami adalah bagian. Manfaatkan kinerja kami, tapi pikirkan kesejahteraan kami,” ujarnya tersenyum.
Pria yang kini bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke program doktor ini, menutup bincang santai ini dengan mengatakan bahwa setiap manusia itu terlahir dengan segala kelebihan dan kekurangan, tugas kita untuk menggali kelebihan itu untuk menjadi sosok yang hebat, dan tutupi lah kekuranganmu dengan tidak menjadikanmu seorang yang munafik, dan sadar kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Kalau kamu tidak mampu menjadi orang hebat, berdirilah di tengah-tengah orang hebat, maka dengan sendirinya kamu akan kelihat seperti mereka.
Turut bergabung dalam bincang santai BKDZN seri 12 ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M, dan ratusan warga peradilan agama lainnya. (Jurdilagapaspn)



