Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi)
Arab Saudi tampil mengejutkan di laga perdananya pada piala dunia Qatar 2022, Selasa 22 November 2022.
Betapa tidak, ia berhasil mengubur asa tim raksasa Argentina, tim yang selalu dijagokan memenangkan piala dunia, tim yang memiliki sederetan prestasi dunia, dan tim yang dihuni pemainpemain top dunia untuk meraih poin penuh.
Dipercaya atau tidak, itu lah hasil dari sebuah pertandingan, dua gol yang disarangkan oleh Arab Saudi masing-masing lewat sepakan kaki kiri Saleh AlShehri yang bersarang di pojok gawang Argentina, dan tak butuh waktu lama, berselang lima menit saja, Arab Saudi kembali membobol gawang Argentina lewat gol kaki kanan Salem Al-Dawsari yang mengantarkan Arab Saudi unggul 2-1 setelah tertinggal di awal pertandingan 0-1 lewat gol Argentina dari titik putih pinalti, yang dieksekusi sang bintang Lionel Messi.
Kerja keras kesebelasan Arab Saudi patut diacungi jempol. Apalagi setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke 48. Saat posisi sudah unggul, kepercayaan diri pemain-pemain Arab Saudi semakin meningkat, hingga semakin mempersulit Angel Di Maria dan kawan-kawan untuk mengembangkan permainannya.
Dari pertandingan luar biasa itu, banyak pelajaran yang harusnya dapat kita cermati. Dapat dijadikan pedoman yang sangat berharga dalam menjalani skenario kehidupan.
Jelang laga dimulai misalnya, berapa banyak penonton yang memberikan dukungan kepada Arab Saudi? Jangankan mendapatkan dukungan dari luar Arab Saudi. Warga Negara Arab Saudi saja, diyakini banyak yang hanya berharap, jangan sampai dihajar habis-habisan oleh Argentina dengan hasil telak, itu saja sudah cukup bagi mereka, syukur-syukur meraih hasil imbang. Berkaca dari perhelatan-perhelatan piala dunia sebelumnya, Arab Saudi selalu menelan pil pahit di laga perdana piala dunia dengan skor mencolok.
Nah apa yang terjadi, Arab Saudi membalikkan fakta itu, mereka membuang keraguan, mereka manfaatkan kelemahan yang selama ini berada di dalam tim mereka. Arab Saudi bermain tanpa beban, bermain lepas, akhirnya menemukan permainan terbaik mereka.
Tidak salah jika mereka nantinya berterima kasih kepada orang-orang yang telah merendahkan mereka, karena orang-orang yang merendahkan mereka itu mengetahui bahwa ada kelebihan luar biasa pemain dan seluruh tim sepakbola Arab Saudi.
Jika dicermati dalam kehidupan, apapun keraguan, bagaimanapun hantaman dan hujatan dari pihak luar yang ingin melemahkan, jadikan itu semua sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan. Arab Saudi sudah membuktikan itu semua.
Kenapa anda dan kita semua sering mengalami kegagalan, karena terkadang kita sering memaksakan sesuatu yang tidak mungkin. Tapi lantas kenapa menjadi bisa? Karena anda dan kita semua menjalani tangga proses menghantarkan menjadi mungkin.
Ada poin kunci yang harus menjadi perhatian kita semua, Arab Saudi bisa sukses mengalahkan Argentina karena kekuatan tim yang sangat luar biasa, tak bergantung pada nama besar satu orang pemain saja. Mereka berpikir, semua yang berada di dalam tim mendapati porsi dan tugas penting yang sama, tidak ada yang spesial di dalam tim. Arab Saudi bekerja dalam kerangka tim yang sangat solid. Inilah pentingnya berjamaah/kita wajib bekerja tim. Singa tak pernah menerkam domba kecuali domba yang keluar dari tim. Untuk itu dalam kehidupan, pentingnya menjaga kesolidan, hanya tim yang solid yang mampu menjadi pemenang.
Jangan sampai hal sepele membuat tim terbelah dan menyulitkan tim untuk mencapai cita-cita yang mulia.
Kubur Sejarah kelam dan ciptakan sejarah baru. Arab Saudi punya catatan gemilang di Piala Dunia? Tentu tidak. Bahkan Arab Saudi dikenal sebagai tim yang sering menjadi sarang gol bagi lawanlawannya di laga pembuka.
Sebut saja di tahun 2002 silam, Arab Saudi pernah dibantai 0-8 oleh Jerman. Kemudian di Piala Dunia 2018 lalu, mereka dibantai oleh Rusia dengan skor telak 5-0.
Tapi, itu sejarah masa lalu, mereka mengubur sejarah kelam itu. mereka hanya akan menjadi sejarah kelam itu sebagai cambuk meraih kemenangan berikutnya. Mereka menghapus semua memori buruk itu, menggantikannya dengan memori baru, yang akan dibangga-banggakan seluruh pelosok negeri Arab Saudi. Mereka telah mampu mengalahkan Argentina yang diperkuat pemain-pemain terbaik di dunia sekelas Lionel Messi.
Artinya, untuk dapat berbuat maksimal dan terbaik, anda dan kita semua harus mampu melihat sejarah kelam hanya sebagai pembanding untuk berbuat lebih baik ke depannya, jangan jadikan itu sebagai penghambat. Anda dan kita-kita tidak boleh terjebak dengan sejarah kelam itu, kita bukan bagian dari sejarah kelam itu, kita harus membuat sejarah baru dan catatan baru agar diingat sebagai pencipta sejarah yang mengharumkan nama besar Negara atau institusi tertentu.
Arab Saudi Diremehkan. Tak perlu diragukan lagi kekuatan besar tim sepakbola Argentina. Sehingga semua pihak meremehkan Arab Saudi dan menganggap bukan lawan sebanding bagi Argentina.
Dalam laga pun, Argentina menguasai jalannya pertandingan. Argentina memang menguasai jalannya laga di awal-awal pertandingan. Mereka bahkan bisa mencetak empat gol meski cuma satu yang sah melalui Lionel Messi.
Apa yang terjadi, ketika Arab Saudi meningkatkan intensitas permainannya, Argentina tampak masih terlalu santai. Mereka mungkin terlena dan merasa tidak mungkin Arab Saudi bisa tampil apik dan menghajar mereka, pertandingan pun tetap dikuasai oleh Argentina. Nyatanya tidak demikian, Arab Saudi semakin percaya diri, dan Argentina lah yang Justru semakin sulit mengembangkan permainan.
Argentina baru menyadari dan bangkit setelah mereka tertinggal 1-2. Mereka mati-matian mengejar bola, mereka mengeluarkan skill terbaik. Namun itu sudah terlambat, Tim yang dianggap remeh sudah menemukan performa terbaiknya sehingga menyulitkan tim Tango menusuk jantung pertahanan mereka.
Begitulah hidup, jangan sesekali meremehkan kekuatan orang lain? Jangan sesekali melakukan itu, karena ketika ia bangkit, ia akan sangat sulit untuk dihentikan, ia akan sulit untuk ditebak kemampuannya, dan bahkan ia akan melaju kencang tanpa menghiraukan hiruk pikuk yang ingin melemahkan.
Lagi di Puncak Jangan Abai. Tim Argentina punya catatan yang sangat gemilang. 36 laga terakhir yang dilakoninya, sama sekali Argentina tak terkalahkan. Argentina memenangkan 25 kali pertandingan dan sisanya 11 pertandingan dengan hasil seri.
Kini rekor ciamik itu harus terhenti. Apalagi harus kalah dari Arab Saudi yang secara peringkat sangat jauh di bawah Argenti. Menurut peringkat FIFA, Arab Saudi berada 51 peringkat di bawah Argentina.
Selain itu, Argentina juga memiliki catatan menarik. Argentina tidak pernah kalah di laga pembuka piala dunia pada tujuh edisi Piala Dunia.
Mereka menang enam kali, sebelum ditahan imbang Islandia pada tahun 2018 silam. Argentina terakhir kali kalah di laga pembuka Piala Dunia pada tahun 1990 silam, tepatnya saat melawan Kamerun dengan skor 1-0.
Arab Saudi akhirnya menorehkan sejarah, menjadi batu sandungan untuk Argentina menorehkan rekor-rekor baru mereka di piala dunia. Tentu catatan itu membuat luka bagi Argentina.
Kadang sebuah tim besar abai dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki tim-tim yang dipandang kecil dari mereka. Padahal tim-tim kecil lah yang sering menjadi kerikil tajam yang melukai timtim besar. Dalam kehidupan pun demikian, hal-hal kecil lah yang sering diabaikan.
Argentina pun tak perlu risau dengan hasil tidak memuaskan di laga awal, Argentina harus bangkit di laga-laga berikutnya, tak boleh terpuruk, karena peluang untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.
Itu semua adalah catatan-catatan kecil dari pertandingan Argentina vs Arab Saudi yang penulis coba rangkumkan dengan fenomena sehari-hari yang sering kita hadapi. Analisa-analisa lain bisa saja dimiliki oleh anda dan kita semua, untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan di masa mendatang.
Bravo, semangat. ***
Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)



