Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi)
Kenapa banyak orang yang menyebutkan perjuangan itu harus dilakukan dengan maksimal? Ungkapan itu disampaikan agar jika yang didapati justru kegagalan, dasarnya bukan karena perjuangan yang dilakukan setengah hati, tapi karena faktor lain yang tidak kita siapkan sendiri penyebabnya.
Penyesalan ketika tidak mendapatkan hasil yang tidak baik, hanya karena kita tidak berbuat dan berjuang dengan maksimal itu sangat menyakitkan. Memaksimalkan perbuatan dan perjuangan bukan dengan hitungan matematika pada umumnya.
Tapi ada yang jauh lebih penting. yaitu rumus matematika Tuhan. Penjumlahan dan hasilnya tidak sama dan tentu sangat tidak diduga-duga. Memberi kebaikan satu dengan tidak mengharapkan imbalan apa-apa, bisa saja mendapatkan hasil tak terhingga.
Tentu terkadang bukan pula dari orang yang menerima kebaikan yang telah kita berikan, malahan didapat dari orang lain yang sama sekali tidak pernah berada di dalam pikiran kita. Itu lah hasil matematikan Tuhan yang harus selalu diingat dalam berbuat baik dan berjuang.
Tugas kita hanya memaksimalkan perbuatan baik dan memaksimalkan perjuangan. Balasannya itu hanyalah persoalan waktu dan persoalan dari siapa balasan itu akan diwujudkan. Diakui atau tidak, perjuangan itu surut dan stagnan karena tidak mendapatkan perhatian dan bahkan justru malah diganjal oleh orang lain. Tapi yakinlah, ganjalan dan perhatian itu didapatkan karena ada nilai lebih yang seseorang miliki. Tidak salah ada ungkapan yang kerab kita dengarkan, Setiap orang yang cerdas pasti ada ganjalan dan hambatan untuk mencapai targetnya.
Tidak hanya itu saja, ada poin penting yang harus selalu diingat untuk dapat memaksimalkan perbuatan positif dan perjuangan. Poin penting itu adalah mengalah. Kata mengalah ini harus diartikan dan dimaknai secara mendalam. Karena jika salah saja dalam pemaknaan, bisa jadi salah dalam penerapan.
Karena untuk berbuat baik, dan berjuang dengan maksimal dibutuhkan orang lain, dibutuhkan jaringan dan lain sebagainya, maka untuk mendapatkan teman yang banyak, kita harus bisa mengalahkan keegoisan diri sendiri. Tapi sebaliknya jika kita hanya ingin menang sendiri, maka hasil akhir sudah bisa dibayangkan, kita akan diajuhi oleh teman-teman yang seharusnya bisa berjuang bersama kita. Sebaliknya, jika ingin memiliki banyak musuh, kita juga cukup hanya menggunakan kata mengalahkan. Apa itu? Kalau ingin banyak musuh kalahkan teman. Apakah ingin melakukan itu? Tentu tidak serta merta demikian. Rumus ini akan selalu kita hadapi dalam kehidupan kita, baik yang telah berlalu, ataupun yang akan datang.
Tidak ada salahnya, kita memegang teguh pernyataan mengalah bukan kalah, justru mengalah itu untuk meraih kemenangan bersama.
Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)







