Jepang Terinspirasi Arab Saudi

Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi) 

Arab Saudi sukses tampil cemerlang dengan membungkam kesebelasan penuh bintang Argentina dengan skor 2-1.

Satu hari berikutnya Rabu (23/11), giliran negara dari benua Asia lainnya, Jepang, unjuk strategi berhadapan dengan negara yang telah meraih empat kali juara piala dunia, Jerman.     

Jepang pun berhasil mengikuti kesuksesan Arab Saudi dan meraih poin penuh di laga perdananya di Piala Dunia Qatar 2022.

Banyak media online memberitakan kemenangan Jepang atas Jerman itu lantaran terinspirasi dari kemenangan Arab Saudi.

Media online Goal misalnya, menuliskan sebuah berita dengan judul ‘Kami bikin Sejarah!’ – Permalukan Jerman, Jepang Akui Terinspirasi Arab Saudi yang Pukul Argentina.

Kemenangan mengejutkan Arab Saudi atas Argentina menjadi sumber inspirasi Samurai Biru, Jepang sukses menjiplaknya dengan mengalahkan Jerman. Para pemain Jepang mengakui bahwa kemenangan mengesankan 2-1 atas Jerman di Piala Dunia 2022 terinspirasi oleh hasil mengejutkan Arab Saudi atas Argentina.

Samurai Biru bangkit dari ketertinggalan...

Selengkapnya KLIK DISINI


Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)

Belajar dari Kemenangan Arab Saudi

Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi) 

Arab Saudi tampil mengejutkan di laga perdananya pada piala dunia Qatar 2022, Selasa 22 November 2022.

Betapa tidak, ia berhasil mengubur asa tim raksasa Argentina, tim yang selalu dijagokan memenangkan piala dunia, tim yang memiliki sederetan prestasi dunia, dan tim yang dihuni pemainpemain top dunia untuk meraih poin penuh.

Dipercaya atau tidak, itu lah hasil dari sebuah pertandingan, dua gol yang disarangkan oleh Arab Saudi masing-masing lewat sepakan kaki kiri Saleh AlShehri yang bersarang di pojok gawang Argentina, dan tak butuh waktu lama, berselang lima menit saja, Arab Saudi kembali membobol gawang Argentina lewat gol kaki kanan Salem Al-Dawsari yang mengantarkan Arab Saudi unggul 2-1 setelah tertinggal di awal pertandingan 0-1 lewat gol Argentina dari titik putih pinalti, yang dieksekusi sang bintang Lionel Messi.

Kerja keras kesebelasan Arab Saudi patut diacungi jempol. Apalagi setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke 48. Saat posisi sudah unggul, kepercayaan diri pemain-pemain Arab Saudi semakin meningkat, hingga semakin mempersulit Angel Di Maria dan kawan-kawan untuk mengembangkan permainannya.

Dari pertandingan luar biasa itu, banyak pelajaran yang harusnya dapat kita cermati. Dapat dijadikan pedoman yang sangat berharga dalam menjalani skenario kehidupan.

Jelang laga dimulai misalnya, berapa banyak penonton yang memberikan dukungan kepada Arab Saudi? Jangankan mendapatkan dukungan dari luar Arab Saudi. Warga Negara Arab Saudi saja, diyakini banyak yang hanya berharap, jangan sampai dihajar habis-habisan oleh Argentina dengan hasil telak, itu saja sudah cukup bagi mereka, syukur-syukur meraih hasil imbang. Berkaca dari perhelatan-perhelatan piala dunia sebelumnya, Arab Saudi selalu menelan pil pahit di laga perdana piala dunia dengan skor mencolok.

Nah apa yang terjadi, Arab Saudi membalikkan fakta itu, mereka membuang keraguan, mereka manfaatkan kelemahan yang selama ini berada di dalam tim mereka. Arab Saudi bermain tanpa beban, bermain lepas, akhirnya menemukan permainan terbaik mereka.

Tidak salah jika mereka nantinya berterima kasih kepada orang-orang yang telah merendahkan mereka, karena orang-orang yang merendahkan mereka itu mengetahui bahwa ada kelebihan luar biasa pemain dan seluruh tim sepakbola Arab Saudi.

Jika dicermati dalam kehidupan, apapun keraguan, bagaimanapun hantaman dan hujatan dari pihak luar yang ingin melemahkan, jadikan itu semua sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan. Arab Saudi sudah membuktikan itu semua.

Kenapa anda dan kita semua sering mengalami kegagalan, karena terkadang kita sering memaksakan sesuatu yang tidak mungkin. Tapi lantas kenapa menjadi bisa? Karena anda dan kita semua menjalani tangga proses menghantarkan menjadi mungkin.

Ada poin kunci yang harus menjadi perhatian kita semua, Arab Saudi bisa sukses mengalahkan Argentina karena kekuatan tim yang sangat luar biasa, tak bergantung pada nama besar satu orang pemain saja. Mereka berpikir, semua yang berada di dalam tim mendapati porsi dan tugas penting yang sama, tidak ada yang spesial di dalam tim. Arab Saudi bekerja dalam kerangka tim yang sangat solid. Inilah pentingnya berjamaah/kita wajib bekerja tim. Singa tak pernah menerkam domba kecuali domba yang keluar dari tim. Untuk itu dalam kehidupan, pentingnya menjaga kesolidan, hanya tim yang solid yang mampu menjadi pemenang.

Jangan sampai hal sepele membuat tim terbelah dan menyulitkan tim untuk mencapai cita-cita yang mulia.

Kubur Sejarah kelam dan ciptakan sejarah baru. Arab Saudi punya catatan gemilang di Piala Dunia? Tentu tidak. Bahkan Arab Saudi dikenal sebagai tim yang sering menjadi sarang gol bagi lawanlawannya di laga pembuka.

Sebut saja di tahun 2002 silam, Arab Saudi pernah dibantai 0-8 oleh Jerman. Kemudian di Piala Dunia 2018 lalu, mereka dibantai oleh Rusia dengan skor telak 5-0.

Tapi, itu sejarah masa lalu, mereka mengubur sejarah kelam itu. mereka hanya akan menjadi sejarah kelam itu sebagai cambuk meraih kemenangan berikutnya. Mereka menghapus semua memori buruk itu, menggantikannya dengan memori baru, yang akan dibangga-banggakan seluruh pelosok negeri Arab Saudi. Mereka telah mampu mengalahkan Argentina yang diperkuat pemain-pemain terbaik di dunia sekelas Lionel Messi.

Artinya, untuk dapat berbuat maksimal dan terbaik, anda dan kita semua harus mampu melihat sejarah kelam hanya sebagai pembanding untuk berbuat lebih baik ke depannya, jangan jadikan itu sebagai penghambat. Anda dan kita-kita tidak boleh terjebak dengan sejarah kelam itu, kita bukan bagian dari sejarah kelam itu, kita harus membuat sejarah baru dan catatan baru agar diingat sebagai pencipta sejarah yang mengharumkan nama besar Negara atau institusi tertentu.

Arab Saudi Diremehkan. Tak perlu diragukan lagi kekuatan besar tim sepakbola Argentina. Sehingga semua pihak meremehkan Arab Saudi dan menganggap bukan lawan sebanding bagi Argentina.

Dalam laga pun, Argentina menguasai jalannya pertandingan. Argentina memang menguasai jalannya laga di awal-awal pertandingan. Mereka bahkan bisa mencetak empat gol meski cuma satu yang sah melalui Lionel Messi.

Apa yang terjadi, ketika Arab Saudi meningkatkan intensitas permainannya, Argentina tampak masih terlalu santai. Mereka mungkin terlena dan merasa tidak mungkin Arab Saudi bisa tampil apik dan menghajar mereka, pertandingan pun tetap dikuasai oleh Argentina. Nyatanya tidak demikian, Arab Saudi semakin percaya diri, dan Argentina lah yang Justru semakin sulit mengembangkan permainan.

Argentina baru menyadari dan bangkit setelah mereka tertinggal 1-2. Mereka mati-matian mengejar bola, mereka mengeluarkan skill terbaik. Namun itu sudah terlambat, Tim yang dianggap remeh sudah menemukan performa terbaiknya sehingga menyulitkan tim Tango menusuk jantung pertahanan mereka.

Begitulah hidup, jangan sesekali meremehkan kekuatan orang lain? Jangan sesekali melakukan itu, karena ketika ia bangkit, ia akan sangat sulit untuk dihentikan, ia akan sulit untuk ditebak kemampuannya, dan bahkan ia akan melaju kencang tanpa menghiraukan hiruk pikuk yang ingin melemahkan.

Lagi di Puncak Jangan Abai. Tim Argentina punya catatan yang sangat gemilang. 36 laga terakhir yang dilakoninya, sama sekali Argentina tak terkalahkan. Argentina memenangkan 25 kali pertandingan dan sisanya 11 pertandingan dengan hasil seri.

Kini rekor ciamik itu harus terhenti. Apalagi harus kalah dari Arab Saudi yang secara peringkat sangat jauh di bawah Argenti. Menurut peringkat FIFA, Arab Saudi berada 51 peringkat di bawah Argentina.

Selain itu, Argentina juga memiliki catatan menarik. Argentina tidak pernah kalah di laga pembuka piala dunia pada tujuh edisi Piala Dunia.

Mereka menang enam kali, sebelum ditahan imbang Islandia pada tahun 2018 silam. Argentina terakhir kali kalah di laga pembuka Piala Dunia pada tahun 1990 silam, tepatnya saat melawan Kamerun dengan skor 1-0.

Arab Saudi akhirnya menorehkan sejarah, menjadi batu sandungan untuk Argentina menorehkan rekor-rekor baru mereka di piala dunia. Tentu catatan itu membuat luka bagi Argentina.

Kadang sebuah tim besar abai dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki tim-tim yang dipandang kecil dari mereka. Padahal tim-tim kecil lah yang sering menjadi kerikil tajam yang melukai timtim besar. Dalam kehidupan pun demikian, hal-hal kecil lah yang sering diabaikan.

Argentina pun tak perlu risau dengan hasil tidak memuaskan di laga awal, Argentina harus bangkit di laga-laga berikutnya, tak boleh terpuruk, karena peluang untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.

Itu semua adalah catatan-catatan kecil dari pertandingan Argentina vs Arab Saudi yang penulis coba rangkumkan dengan fenomena sehari-hari yang sering kita hadapi. Analisa-analisa lain bisa saja dimiliki oleh anda dan kita semua, untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan di masa mendatang.

Bravo, semangat. ***

 

Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)

 

download pdf

Berteman Lebih dari Saudara?

Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi) 

Apakah pernyataan berteman lebih dari saudara itu hanya ungkapan semata? Atau memang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari? Dua pertanyaan itu akan sangat menarik untuk dicermati. Kita sendiri bisa membuktikan, apakah ungkapan itu kita temukan langsung dalam hubungan pertemanan kita atau tidak. Jangan-jangan anda menemukan hubungan pertemanan teman-teman di sekitar anda dengan teman-temannya seperti berteman lebih dari saudara, tapi tidak dengan anda. Masalahnya di mana? Apakah anda yang tidak bisa menjalin hubungan pertemanan dengan baik?

Lantas apakah semua teman itu akan membawa kita ke arah positif semua? Tak jarang, jebakan pertemanan membuat kehidupan sesoerang berubah ke arah negatif dan terbenam. Saya sering menyebutkan ada empat kualitas teman dalam kehidupan kita.

Pertama. Ia bersama kita, ia adalah kita. Mendapat teman seperti ini tentu setelah melalui beberapa tahapan uji coba. Disadari atau tidak prinsipnya orang-orang yang mendapatkan pengakuan ia bersama kita dan dia adalah kita tentu telah melakukan banyak hal prioritas dalam menjalin hubungan pertemanan. Ia selalu siap untuk berada dalam lingkaran pertemanan, dan ia siap melakukan semua hal positif bersama kita. Ia akan menemukan energi positif dalam pertemanan dan juga mampu menghadirkan energi positif dalam hubungan pertemanan itu. Ia tidak akan memberikan energi atau waktu sisa untuk kita, tapi ia akan selalu menyiapkan waktu, bahkan memprioritaskan waktu untuk kita. Itu sangat luar biasa.

Ia akan selalu terlihat gembira jika bersama kita. Kita nantinya akan mengetahui apakah ia tulus dan sportif dalam berteman dari hubungan yang dijalani. Tentu teman seperti ini layak mendapatkan perhatian lebih dari kita. Banyak cara membangun jembatan ukhuwah, merekam jejak hati pada saudara kita, yang hingga akhirnya akan tercipta patri pertemanan yang berkekalan.

Kedua. Ia bersama kita, tapi ia bukan kita. Kualitas teman yang kedua ini harus mendapatkan perhatian serius dalam menjalin hubungan pertemanan. Kenapa demikian? Karena ia selalu berada bersama lingkaran pertemanan yang kita bangun, tapi ia bukanlah bagian dari pertemanan kita. Ada kekhawatiran yang muncul terhadap dirinya. Kita harus berupaya untuk menjadikannya bagian dari pertemanan kita. Kita harus bina dirinya agar menjadi kekuatan solid bersama tim.

Meskipun pada prinsipnya kita tetap khawatir teman seperti ini akan menghujam dari belakang setelah mengetahui semua hal tentang kita. Bisa diuji dengan memberikannya kepercayaan, apakah ia akan melakukan upaya maksimal, atau memanfaatkan untuk mencari kelemahan. Semua itu akan menjadikan ia naik level atau tidak.

Parahnya, pada kualitas ini, seseorang hanya ingin tertawa, berbagi, dan bersama kita hanya karena menginginkan sesuatu. Hanya ingin dekat sesaat, karena ada tujuan, setelah tujuannya tercapai, ia akan kembali acuh dan tidak peduli. Ia tak mau memiliki hubungan baik yang berkekalan, yang dianggap hanya akan mengeluar biaya saja. Sering kah menemukan yang demikian?

Ketiga. Ia tidak bersama kita, tapi ia adalah kita. Kualitas ke tiga ini sering kita temui. Ia tidak bersama kita hanya karena jarak dan waktu, tapi sebenarnya ia memiliki keinginan untuk punya waktu banyak bersama kita. Ia memiliki perhatian khusus untuk kita. Ia sering mengamati dan ingin terlibat dalam banyak hal. Ia akan ikut senang apabila melihat kita mendapatkan kebahagian, dan begitupun akan merasakan sedih, apabila ia melihat kita dalam kesesusahan.

Bahkan, orang yang tidak bersama kita tapi ia adalah kita ini, biasanya sudah punya hubungan yang sangat spesial. Seperti pernah memiliki hubungan kedekatan yang sangat luar biasa. Jarak dan waktu saat ini bukan penghalang, karena ia sudah masuk ke level ia adalah kita, ia adalah bagian dari kita. Ia tidak akan rela melihat temannya salah. Ia akan sangat berani menegurmu jika salah, ia melakukan bukan karena benci, melainkan karena rasa sayang agar temannya hidup lebih baik lagi ke depannya.

Ke empat, ia tidak bersama kita dan ia bukan juga kita. Kualitas pertemanan seperti ini biasanya karena seseorang memang tidak mau ambil bagian dalam satu kelompok atau pun memiliki hubungan kedekatan dengan seseorang atau siapapun. Ia selalu menganggap memiliki hubungan dekat dengan seseoarang hanya membuat repot dan menghabiskan waktu dan energi saja.

Kita harus berupaya untuk mengajak ke arah yang lebih baik, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi lakukan saja, meskipun ia tidak mau. Minimal tugas kita tugas kita selesai menjaga ukhuwah antar sesama.

Dari empat kualitas teman itu, kita akan mengetahui, sebenarnya kita berada di level yang mana dalam hubungan pertemanan dengan seseorang. Apakah kita berada dalam level atau tingkatan yang dinilai positif atau berada di level yang justru dinilai negatif. Itu semua tergantung dari apa yang kita perbuat dan kita pertontonkan selama ini kepada teman-teman yang ada di sekitar kita.

Sudah kita prioritaskan teman kita? Apakah kita sudah perhatian dengan teman–teman kita? Apakah kita telah ikut merasakan kebahagiaan yang teman kita rahasakan, atau merasakan duka ketika teman mendapatkan ujian? Atau apakah kita sudah pernah mengingatkan dan menguatkan ketika teman berada dalam kebimbangan.

Hasilnya, kita sendiri yang menentukan, dan orang lain yang akan menilai.

Makanya, dari kualitas-kualitas itu, apabila kita tergolong, orang yang bersama kita dan ia adalah kita, atau tidak bersama kita tapi ia adalah kita. Apa yang kita dapat? Kita akan mendapati rasa berteman lebih dari saudara. ***

 

Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)

 

download pdf

Abaikan dan TunjukkanAnda Bisa

Dr. Irsyadi, S.Ag., M.Ag
(Sekretaris PTA Jambi) 

Semua orang punya tujuan. Semua orang punya harapan. Semua orang punya hasrat untuk menjadi yang terbaik. Tapi tidak semua orang bisa mencapai tujuan, mencapai harapan dan menjadi yang terbaik. Untuk mencapai tujuan dan harapan apalagi untuk menjadi yang terbaik, tidak bisa dipungkiri banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi.

Tantangan dan rintangan bisa saja didapat dari orang-orang terdekat, atau dari orang yang sama sekali tidak pernah kita kenal sebelumnya. Namun sebaliknya, hal itu bisa saja menjadi kekuatan besar seseorang untuk mencapai tujuan dan harapannya. Itu semua tergantung bagaimana seseorang bisa menempatkan diri dan memanfaatkan peluang. Rintangan dan hambatan bisa saja diubah menjadi peluang dan kekuatan besar jika seseorang bisa memanajemen itu semua dengan baik. Bukan kah kita semua sudah mengetahui bahwa ancaman itu bisa diubah menjadi peluang.

Kerab kita temukan atasan yang selalu memandang remeh kekuatan yang dimiliki oleh bawahannya. Tidak percaya dan tidak yakin, sehingga tidak diberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengekspresikan diri. Itu salah besar. Idealnya, seorang atasan harus mampu dan menggali semua potensi yang ada pada bawahannya hingga mampu menemukan potensi besar bawahannya untuk bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik.

Malahan, ada atasan yang sama sekali tidak percaya dan tidak memberikan ruang sedikitpun pada bawahannya, padahal tidak pernah sama sekali mencoba melakukan pendekatan, berbicara dari hati ke hati, apalagi untuk memotivasi. Ini sama sekali tidak boleh dicontoh. Kini saatnya kita berpikir bagaimana memberikan kebebasan, memberikan ruang, memberikan motivasi agar semua bisa berbuat lebih banyak. Tentu butul Skill untuk melakukan itu. Tapi semua atasan orang harus yakin bisa melakukan itu.

Jika itu atasan? Bagaimana dengan yang lain. Ya, berbuat saja, berikan yang terbaik, tunjukkan anda bisa. Abaikan pihak-pihak yang ingin melemahkan, jangan pernah hiraukan hiruk-pikuk pembicaraan orang yang pada prinsipnya hanya sekedar ingin melemahkan.

Saya sering menyampaikan, silakan buang jauh-jauh pikiran negatif yang sering menurunkan semangat untuk terus berkarya dan terus menebar manfaat. Terkadang pikiran negatif itu berasal dari dalam diri kita sendiri, ataupun dari orang lain. Tidak sedikit ditemukan, orang-orang yang mundur akibat mendapatkan rintangan dan hambatan untuk berbuat baik dan bekerja maksimal. Itu sama sekali tidak boleh terjadi di dalam diri kita.

Akan jauh lebih baik mengabaikan itu semua, dari pada terpengaruh dari upaya-upaya melemahkan yang justru menjadikan kita lemah dan mundur. Bagaimana menjawab ungkapan-ungkapan dan pernyataan yang ingin melemahkan kita?

Sangat mudah, berikan bukti bahwa kita bisa berbuat lebih dari mereka. Kita buktikan bahwa kita pekerja cerdas yang tidak pernah peduli dengan omongan mereka. Kita buktikan bahwa Kebaikan tidak boleh kalah.

Bekerjalah dengan ikhlas, mengalir, semua ada waktunya. ***

 

Disadur oleh Noprizal, S.H.I., M.H
(Panmud Gugatan PA Sungai Penuh)

 

download pdf

Image
Image
Image

Hubungi Kami

map-spnlight.png

Tautan Terkait

Tautan Aplikasi

Informasi Lainnya

Jam Kerja
Senin-Kamis
08:00-16:30
Jumat
08:00-17:00
Istirahat
Senin-Kamis
12:00-13:00
Jumat
11:30-13:00
Jadwal Sidang
Senin-Kamis
09:00-selesai